Ngeri?
Jelas pasti ngeri karena darah yang keluar sampe banyak banget gitu.
Sedikit cerita gue tentang self injury. Pernah denger? Pasti pernah, self injury -menyakiti diri sendiri- adalah suatu penyakit kejiwaan akibat tak bisa menanggung beban hidup *ce'elah* atau hanya sekedar melepas stress berkepanjangan. -Kayak gue banget-
Awal dari kebiasaan gue ini dimulai dari saat gue SMP, tepatnya kelas dua SMP. Karena suatu alasan yang menyebabkan gue bener-bener stress dan terus aja nenggelemin diri dalam emosi. Waktu itu gue masih 14 tahun kalo nggak salah.
Luka pertama yang gue buat adalah sebuah nama yang menjadi alasan kegalauan gue. Dilengan kiri nama itu diukir dengan menggunakan jarum dari pin. Sakit memang, tapi entah kenapa sakit itu menjadi suatu sensasi tersendiri buat gue yang gak bakal bisa dibayangin sama kalian. Dan kalian pasti mikir, 'Apa enaknya sih nyiksa diri sendiri?', 'Orang gila doang yang ngelakuin itu', 'Nggak takut dosa lu?', 'Ni mah kelakuan orang kurang waras.' dan blablabla....
Orang seperti 'kami' sebenarnya sangat mudah untuk kalian sebagai orang lain mengerti. Contoh gue, gue cuma anak ababil yang gak bisa menuin jati diri gue yang sebenarnya. Cuma orang yang sebenarnya kurang perhatian, ini jujur. Orang-orang kayak gue ini adalah orang yang ingin diperhatiin, lebih dianggap dan nggak pengen diacuhkan sama sekitar. Atau walaupun sebenernya orang-orang disekitar itu perhatian, kadang seseorang kayak gue tetep aja ngerasa diacuhkan. Agak serba salah juga memang.
Ah, lanjut. Self injury itu bukan penyakit keturunan, tapi penyakit yang "datang" dari batin plus iman yang gak kuat.
Kalau dipikir-pikir, menyakiti diri sendiri itu bukan jawaban dari rasa gundah, galau ataupun rasa ketidak puasan diri. Masih ada agama, masih ada Tuhan yang senantiasa selalu memperhatikan kita. Tapi bagi gue, semua itu seperti omdo -omong doang-. Jangan judge gue karena kata-kata gue tadi.
Kenapa gue bilang gitu? Itu karena pikiran gue gak sampai pada hal di atas tadi.
Rasa sakit, perih yang gue rasa saat melakukan 'ritual' itu bisa menghapus rasa sesak dan berat saat menemui masalah. Pikiran sempit kah? What ever.... itu adalah penilaian kalian, hak kalian. Tapi tidak dengan gue. Kenapa?
Karena rasa sakit itu menyenangkan.
Karena semua kesusahan gue hilang saat sebuah benda tajam menyayat kulit gue.
Karena luka yang mengalirkan darah itu juga ikut menghilangkan rasa sakit gue.
Karena gue suka, karena gue gak mau meninggalkan kebiasaan gue. Why?
Jangan ditanya, karena gue sendiri nggak tau jawabannya. Ini hanya suatu kesenangan, hidup yang menyakitkan ditengah-tengah rasa sesak saat tiap kali gue menebarkan senyum pada orang-orang disekitar gue.
Gue cuma ingin jadi diri sendiri, dan menjadi self injury adalah jawaban gue.
Dikehidupan nyata, gue bukan orang pemurung ataupun pemalu. Bukan penyendiri, malahan orang yang kelewat aktif dan punya banyak teman. Tapi hal itu nggak bisa nyudahin atau ngalihin gue dari kebiasaan. Gue masih ngerasa gak ada yang bisa bikin gue bebas, gak ada yang bisa ngertiin gue -gue yang bener-bener gue-. Dan hal itu menjadi salah satu sebab dari "penyakit" gue yang gak sembuh-sembuh ini.
Nih satu lagi... makin serem gak tuh... 0,0a
Berani banget ya gue post pict-pict gue kayak gini. Tapi toh ini cuma share pengalaman gue sendiri yang sebenarnya sudah menjadi hal biasa dikalangan para self injury. Gue cuma bisa bilang, kalau kalian di luar sana ada yang kayak gue. Jangan lanjutkan. Ini adalah suatu kerugian, bukan hanya karena kulit kalian nantinya akan cacat dan harus memakai lengan panjang terus. Kalian juga akan menjadi semakin berani untuk melukai daerah lain.
Meski, self injury sebenarnya adalah orang yang takut untuk dilukai. Nah loh? Takut dilukai tapi kok ngelukain diri sendiri?
Menurut pengalaman gue, itu karena gue gak suka, gue paling anti dilukain orang lain. Rasa takut itu juga yang nyebabin gue berpikir, "Melukai diri sendiri lebih baik dari pada dilukai orang lain nantinya". Meski sebenernya hal itu hanya suatu pemikiran yang ga bakal terjadi nantinya.
Well, gitu dulu deh cerita gue... nggak menarik? Ya maaf, ini kan cuma curhat gak jelas....
Jaa ne....